Home

PLTGU Jawa-2 Beroperasi Mei 2019

PLTGU Jawa-2 Beroperasi Mei 2019

 

JAKARTA – Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa-2 diproyeksikan akan mulai beroperasi pada Mei 2019 dengan kapasitas daya total sebesar 800 megawatt (MW) yang berasal dari gas turbine (2×300 MW) dan steam turbine (1×200 MW).

Haryanto WS, Direktur Bisnis Regional PT PLN (Persero) Jawa Bagian Barat, mengatakan pembangunan PLTGU Jawa 2 dilakukan di atas lahan seluas 5,2 hektar, tepatnya di area milik PT Indonesia Power Unit Pembangkitan dan Jasa Pembangkitan (UPJP) Tanjung Priok, Jakarta Utara. Proyek akan digarap PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB) dengan pelaksanaan oleh PLN Unit Pelaksana Proyek Pembangkit Jawa Bagian Barat  (UPP PJBB) 2.

Pertamina Geothermal Energy Operasikan PLTP Binary Cycle 500 kW

Pertamina Geothermal Energy Operasikan PLTP Binary Cycle 500 kW


Jakarta - Pertamina Geothermal Energy (PGE) mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Binary Cycle kapasitas 500 kW di Tomohon, Sulawesi Utara untuk mengembangkan energi bersih panas bumi.

Pembangunan dan pengoperasian PLTP ini merupakan penelitian bersama yang dilakukan antara Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dengan Pemerintah Federal Jerman melalui GeoForschungsZentrum (GFZ) German Research Centre for Geosciences yang didukung oleh PGE. 

"Kami berharap plant ini dapat beroperasi dengan baik, reliable, dan terus memberikan manfaat bagi operasional di Lapangan Lahendong. Selain itu, diharapkan plant ini dapat meningkatkan pengetahuan, pengalaman, dan kapabilitas sumber daya manusia Indonesia," ujar Direktur Utama PGE Ali Mundakir dalam keterangan tertulis, Senin (21/1/2019).

30 Proyek Strategis Bernilai Rp276 T Rampung di 2019

30 Proyek Strategis Bernilai Rp276 T Rampung di 2019

Yogyakarta, CNN Indonesia -- Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) mengatakan 30 Proyek Strategis Nasional (PSN) bisa selesai hingga kuartal III 2019. Proyek-proyek ini terdiri dari bendungan, kawasan industri, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), jalan tol, kereta api, dan satelit.

Ketua Tim KPPIP Wahyu Utomo mengatakan jumlah ini baru estimasi yang dihitung oleh timnya. Data yang dimiliki oleh KPPIP hanya melihat hingga kuartal III saja, mengingat pada masa itulah kepemimpinan Presiden Joko Widodo 2014-2019 akan berakhir.

Dari seluruh proyek, nilai investasi terbesar dimiliki oleh Kawasan Industri Morowali dengan total Rp105 triliun, kemudian disusul oleh proyek smelter di Tanjung Buli sebesar Rp19,7 triliun dan Kawasan Industri Tanggamus sebesar Rp17,5 triliun.

Kombinasi Energi Surya PV (photovoltaic) – Angin dan Teknologi Fleksibilitas Dalam Sistem Kelistrikan Masa Depan

Kombinasi Energi Surya PV (photovoltaic) – Angin dan Teknologi Fleksibilitas

Dalam Sistem Kelistrikan Masa Depan

Saat ini, listrik dari PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu) di atas tanah dan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) menjadi yang termurah di berbagai negara. Maka diprediksikan bahwa pemanfaatan energi terbarukan dari PLTB di atas tanah dan PLTS akan terus meningkat mencapai 50% dari total sistem kelistrikan dunia di tahun 2050, dengan perbandingan yang seimbang 50:50. Sedangkan porsi batu bara dalam sistem kelistrikan akan menyusut menjadi 11% di tahun 2050 (New Energy Outlook 2018).

Faktanya, biaya pembangkitan listrik berbasis PLTB di atas tanah telah turun sekitar 23% sejak tahun 2010, dan begitu pula biaya listrik dari Solar PV (photovoltaic)  telah turun 73%. Pada tahun 2017, biaya listrik berbasis PLTB di atas tanah berkisar 0,06 USD per kilowatt hours (kWh) dan Solar PV turun menjadi 0,01 USD/kWh. Beberapa penyebab utama terkait penurunan harga tersebut, diantaranya kemajuan teknologi, dengan inovasi yang terus dilakukan mampu meningkatkan performa teknologi tenaga surya dan angin sehingga mampu memangkas biaya instalasi dan biaya operasi dan pemeliharaan (operation and maintenance cost). Selain itu, semakin banyak pengembang-pengembang yang telah berpengalaman aktif mencari kesempatan-kesempatan proyek di seluruh dunia, dan proses pengadaan yang kompetitif di tengah era globalisasi pasar energi terbarukan (IRENA’s Renewable Power Generation Cost in 2017).

Smart City di Indonesia

 Smart City di Indonesia

Perkembangan teknologi telah berhasil menyusup ke seluruh sendi kehidupan. Sebabnya, teknologi mampu menawarkan berbagai kemudahan dan manfaat bagi penggunanya. Apalagi seiring berjalannya waktu, teknologi terus berkembang pesat menjadi semakin canggih, maka tak ayal jika perkembangan pembangunan perkotaan pun menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi informasi (IT) sebagai penunjangnya. Diharapkan dengan adanya penerapan IT, perencanaan sampai pengelolaan semua aspek perkotaan menjadi semakin mudah, efisien dan efektif. kondisi tersebut yang kemudian disebut dengan kota cerdas atau smart city.

Website designed for Pusat Studi Infrastruktur Indonesia