HomeAir Minum & SanitasiPersampahanPak Jokowi, Indonesia Butuh Pabrik Sampah!

Begini Horor Sampah yang Menyumbat Sungai Cikapundung di Kampung Cijagra

Bandung - Banjir yang melanda kawasan selatan Bandung menyisakan suasana miris di RW 10, Kampung Cijagra, Desa Bojongsoang, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Berkubik-kubik sampah menyumbat Sungai Cikapundung yang mengaliri perkampungan tersebut. Begini pemandangan horor saat tumpukan sampah menutup sepenggal sungai yang bermuara ke Sungai Citarum.

Pantauan detikcom di Jembatan Cijagra, Minggu (20/3/2016) petang, sejumlah warga berjibaku menyingkirkan sampah-sampah agar air sungai kembali lancar. Mereka berbekal bambu dan kayu guna membersihkannya dari atas jembatan, bahkan beberapa pria turun ke bawah sambil mengangkat gundukan ragam sampah.

 

Ketua RW 10, Tatan Suherlan (47), mengatakan sampah menumpuk dan menyumbat Sungai Cikapundung sejak 15 Maret 2016. Upaya warga setempat dengan mengandalkan tenaga manual ternyata belum maksimal melenyapkan sampah.

"Warga sudah kerja bakti membersihkan sampah, tapi karena jumlah sampah ini berkubik-kubik, kondisinya masih tetap menumpuk. Hasilnya, sampah menyumbat aliran sungai. Munculnya macam-macam sampah ini terjadi pascabanjir," kata Tatan saat berbincang bersama detikcom di Jembatan Cijagra.

Pekan lalu, sambung Tatan, panjang sampah menggenangi sungai tersebut mencapai 50 meter lebih. Tiap hari warga setempat menyingkirkan sumber penyakit itu, hasilnya luas hamparan sampah hanya berkurang sedikit.

Hingga kini, menurut dia, gundukan sampah itu diperkirakan mencapai sepanjang 40 meter dengan lebar 20 meter. Air sungai di bawah Jembatan Cijagra ini tak nampak wujudnya lantaran tertutup limbah yang didominasi jenis sampah anorganik seperti kantong kresek, botol plastik dan kaleng. 

Selain itu, banyak bekas wadah makanan atau styrofoam, kayu, busa, kardus, kain dan lainnya. "Tebal sampah ini sekitar satu meter. Saking tebalnya, warga bisa berjalan di tumpukan-tumpukan sampah," ujar Tatan.

Sungai Cikapundung yang terletak di Kampung Cijagra ini memiliki kedalaman sekitar empat meter dari atas jembatan. Menurut Tatan, sampah menggunung dan tersendat gara-gara terdapat tiang melintang menyerupai jembatan berisi kabel telepon perusahaan telekomunikasi. Tiang tersebut berada di bawah Jembatan Cijagra.

"Kami meminta kepada pemerintah melepas jembatan kebel telepon ini kalau tak berfungsi atau meninggikan jika memang masih aktif. Sebab sampah menjadi tersumbat karena ukuran jembatan kabel telepon ini rendah atau sekitar 2,5 meter dari dasar sungai," tutur Tatan.

Menurut dia, gelombang ragam jenis limbah tersebut datang dari kawasan hulu sungai. "Sampah-sampah sebanyak ini merupakan kiriman dari Kota Bandung. Sebagai warga Kabupaten Bandung, kami meminta Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berkontribusi menyelesaikan sampah kiriman ini," ucapnya.

Dia menegaskan, aneka sampah yang masih menutup arus sungai ini tentunya mencemari lingkungan sekitar. Selain itu, Tatan melanjutkan, hadirnya genangan sampah berisiko mengancam kesehatan warga setempat.

"Situasinya jadi horor. Sampah kan sumber penyakit. Wajar saja warga waswas," ujar Tatan sambil berharap Pemkab Bandung segera turun tangan menuntaskan lautan sampah yang menumpuk di bawah Jembatan Cijagra.

Website designed for Pusat Studi Infrastruktur Indonesia