HomeSektor Transportasi"Underpass" Simpang Tugu Ngurah Rai Rampung Dibangun

"Underpass" Simpang Tugu Ngurah Rai Rampung Dibangun

"Underpass" Simpang Tugu Ngurah Rai Rampung Dibangun

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Simpang Tugu Ngurah Rai di Badung, Bali, selama ini dikenal sebagai kawasan simpul kemacetan.

Daerah ini menjadi titik pertemuan kendaraan dari dan menuju Bandara Ngurah Rai, Tol Bali Mandara, dan Kota Denpasar menuju kawasan wisata Nusa Dua dan sekitarnya.

Namun, persoalan kemacetan tersebut kini telah tertangani. Hal itu menyusul diresmikannya Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai pada Sabtu (21/9/2018).

Peresmian itu dilakukan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan didampingi Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto dan Gubernur Bali I Wayan Koster.

Luhut mengatakan, kehadiran underpass ini akan mendukung sektor pariwisata setempat. Ia pun mengapresiasi Kementerian PUPR yang berhasil menyelesaikan proyek senilai Rp 172,55 miliar ini lebih cepat 1,5 bulan dari target.

"Saya masih ingat betul dengan Pak Basuki (Menteri PUPR) satu tahun lebih yang lalu, apakah kita bisa selesai tidak ini September. Beliau jawab bisa. Ternyata lebih cepat 1,5 bulan," kata Luhut dalam keterangan tertulis.

Sementara itu, Sugiyartanto mengatakan, kehadiran underpass ini juga dapat mendukung kelancaran mobilisasi peserta pertemuan IMF-World Bank pada Oktober mendatang.

 

Pertemuan ini rencananya akan diikuti sekitar 15.000 orang. Mereka yang hadir terdiri atas para pejabat pemerintah, pengambil keputusan, pemimpin usaha, hingga akademisi yang akan membahas tren global.

"Perjalanan para tamu menuju tempat pertemuan akan lebih lancar," ucapnya.

Kehadiran underpass ini dapat memangkas kemacetan hingga 50 persen. Kendaraan yang datang atau menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Nusa Dua, Jimbaran dan sekitarnya menjadi lebih lancar serta dapat mengurangi polusi udara yang terjadi pada simpang tersebut.

Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai memiliki panjang 712 meter, lebar 16 meter, dan tinggi 5,2 meter. Pembangunan telah dimulai sejak September 2017, melalui anggaran BBPJN VIII, Ditjen Bina Marga.

 

Konstruksi dikerjakan oleh PT Adhi Karya-PT Nindya Karya-PT Wira KSO. Sementara untuk konsultan supervisi oleh PT Wira Widyatama, PT Aria Jasa Reksatama, dan PT Tata Guna Patria (Joint Operation).

Desain undepass juga mengadopsi ornamen-ornamen budaya Bali yang dapat dirasakan pada saat kendaraan masuk underpass serta pada dinding underpass.

Keberadaan underpass ini tidak hanya fungsional secara fisik semata namun juga menambah keindahan estetik kawasan metropolitan Denpasar, Bali yang menyatu dengan kultur budaya lokal.

Website designed for Pusat Studi Infrastruktur Indonesia