HomeSektor TransportasiSiapkan Rp 80 Miliar, Pemerintah Pusat Berencana Bangun Bandara di Blora

Siapkan Rp 80 Miliar, Pemerintah Pusat Berencana Bangun Bandara di Blora

Siapkan Rp 80 Miliar, Pemerintah Pusat Berencana Bangun Bandara di Blora

BLORA, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengapresiasi dengan baik rencana Kementerian Perhubungan yang akan merealisasikan pembangunan bandar udara (bandara) di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu, Blora, pada pertengahan tahun 2018. 

Pembangunan bandara ini untuk mengoptimalkan akses transportasi udara bagi masyarakat menyusul meningkatnya investasi dan perekonomian di Jateng.

Wakil Bupati Blora, Arief Rohman, menyampaikan, sebagai bentuk dukungan untuk proyek nasional itu, Pemkab Blora menganggarkan sekitar Rp 5 miliar untuk perencanaan, penataan kawasan bandara, pembangunan landasan, pemagaran, amdal, dan lainnya.

Sementara itu, untuk pengembangan bandara akan menggunakan anggaran dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

"Rencananya, Maret nanti akan dilaksanakan groundbreaking terlebih dahulu. Terima kasih Bapak Menteri Perhubungan yang akan membangun Bandara Ngloram. Bandara ini sebagai salah satu daya ungkit pertumbuhan ekonomi yang bagus di Jawa Tengah. Jadi nanti kita bisa naik pesawat dari Cepu, tidak harus jauh-jauh ke Semarang dulu," kata Arief di Blora, Kamis (15/2/2018).

Pemerintah pusat berencana membangun dua bandara lagi di Jawa Tengah, yakni Bandara Jenderal Sudirman di Wirasaba, Purbalingga; dan Bandara Ngloram, Cepu, Blora.

"Bandara di Blora tanahnya sudah ada dan saat ini sedang proses desain. Ditargetkan sebelum Lebaran, bandara di Wirasaba Purbalingga dan Bandara Ngloram di Kabupaten Blora bisa mulai dibangun," ungkap Arief.

Kepala Bidang Fisik dan Prasarana, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora, Djati Walujastono, menjelaskan, reaktivasi Bandara Ngloram mulai memasuki babak baru. Pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 80 miliar. 

Anggaran itu akan dikucurkan pada tahun 2019, diproyeksikan untuk berbagai hal, terutama untuk pengembangan fisik bandara.

Data dari Bappeda Kabupaten Blora menyebutkan, saat ini runway atau landas pacu Bandara Ngloram Blora memiliki ukuran panjang 900 meter dengan lebar 30 meter. Rencananya, landas pacu akan dilebarkan dengan ukuran panjang 1.350 meter dan lebar menjadi 40 meter. Juga disiapkan area seluas 1.500 meter persegi untuk turning area atau area di ujung landas pacu bandara. 

"Untuk pengerjaan ini dibutuhkan anggaran sebesar Rp 40 miliar. Sisanya Rp 40 miliar untuk pengerjaan proyek lainnya. Seperti pelapisan di landas pacu dan juga taxiway atau sarana penghubung dengan atau tempat parkir pesawat atau apron. Kemudian perluasan apron dari ukuran 50 meter x 70 meter diperluas menjadi 70 meter x 90 meter," kata dia.

Ada juga pengadaan dan pengawasan pagar area sisi udara bandara. Renovasi perluasan gedung terminal, pembangunan gedung, dan pembuatan akses jalan area bandara. Itu belum termasuk perangkat lain, seperti pengadaan kursi dan pembangunan gedung penunjang. 

"Itu masih ada rincian lain dengan total kebutuhan Rp 80 miliar. Dana Rp 80 miliar itu, berasal dari Kementerian Perhubungan. Sedangkan Pemprov Jateng dan Pemkab Blora menghibahkan tanah untuk perluasan areal Bandara Ngloram," ungkapnya.

Untuk diketahui, pemerintah pusat berencana mengaktifkan kembali Bandara Ngloram, Kecamatan Cepu, Kecamatan Blora, Jawa Tengah. Sebagai rencana awal, akan dilakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Pemerintah Kabupaten Blora, awal Maret 2018.

Untuk pembangunan awal, yaitu perbaikan landasan, perencanaan, dan juga analisis dan dampak lingkungan (amdal), juga pemagaran di pembatas lahan antara tanah warga Ngloram dengan aset tanah bandara. Bandara Ngloram berjarak sekitar 40 kilometer arah tenggara Kota Blora berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Awalnya, bandara ini aset milik Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (Pusdik-Migas) Cepu di bawah Kementerian ESDM. Namun, asetnya kini dikabarkan telah diserahkan ke Kementerian Perhubungan. Bandara Ngloram dibangun tahun 1980 dan beroperasi hingga 1983, tetapi kemudian terhenti hingga 2018 atau mangkrak selama 34 tahun lamanya.

Kini kondisi bandara dengan landasan pesawat sepanjang 900 meter itu memprihatinkan. Sebagian aspal di landas pacu berlubang dan oleh warga sehari-hari digunakan untuk menjemur padi. Ada juga yang memanfaatkan untuk gembala ternak dan latihan menyetir mobil.

"Ini kabar baik bagi masyarakat. Semoga dengan adanya bandara, Blora akan semakin maju dan dikenal," tutur warga Blora, Febrian Chandra.

Website designed for Pusat Studi Infrastruktur Indonesia