HomeSektor Tata RuangStruktur RuangKapan Kajian Proyek Kereta Kencang JKT-SBY Rampung? Ini Kata BPPT

Kapan Kajian Proyek Kereta Kencang JKT-SBY Rampung? Ini Kata BPPT

Jakarta - Pemerintah melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyelesaikan kajian awal atau pra feasibility study proyek kereta kencang Jakarta-Surabaya (JKT-SBY)

Meski sudah menyelesaikan kajian awal, namun pemerintah harus mendetailkan kembali kajian tersebut sebelum benar-benar masuk tahapan selanjutnya, yakni feasibility study (FS).

Kapan pendetailan kajian awal proyek kereta kencang Jakarta-Surabaya selasai?

"Tenggang waktu pendetailan kajian awal tergantung ruang lingkupnya, semakin luas ya semakin lama. Terkait ruang lingkup masih digodok di Kementerian Perhubungan bersama BPPT," kata Direktur Pusat Teknologi Sistem dan Prasarana Transportasi BPPT, Rizqon Fajar, kepada detikFinance, Jakarta, Rabu (15/2/2017).

Menurut dia, secara keseluruhan kajian awal telah memiliki target penyelesaian berdasarkan waktu dan anggaran yang telah disedikan. Hanya saja, waktu penyelesaian belum dapat dipastikan.

"Belum bisa ditentukan kapan selesainya, kalau ruang lingkup sudah disepakati dan baru dimulai survei dan sebagainya, yang jelas harus diselesaikan tahun ini," kata Rizqon.

Saat ini, menurut Rizqon, kajian awal proyek kereta kencang Jakarta-Surabaya masih didalami mengenai angka investasinya berapa serta ruang lingkup pembangunannya seperti apa. Hal tersebut yang masih digodok oleh Kementerian Perhubungan bersama BPPT.

Setelah ruang lingkup ditetapkan, pemerintah akan melakukan survei, perhitungan, analisa dan sebagainya yang tujuannya memberikan kepastian hasil dari proyek kereta kencang Jakarta-Surabaya.

"Hasil ini bisa menjadi acuan pemerintah untuk mengambil keputusan terkait revitalisasi kereta api Jakarta-Surabaya, tunggu saja, harus secepatnya," ungkapnya

Sebagai informasi, kereta yang dibutuhkan adalah berkecepatan rata-rata sekitar 160 km per jam, agar jarak Jakarta-Surabaya mampu ditempuh hanya 4,3 jam. Dengan begitu, Oleh sebab itu, BPPT mengusulkan kereta kencang Jakarta Surabaya memakai teknologi Electric Multiple Unit (EMU).

Website designed for Pusat Studi Infrastruktur Indonesia