HomeSektor Tata RuangPerkotaanSukses Laksanakan "Smart City", Danny Pomanto Borong Penghargaan

Sukses Laksanakan "Smart City", Danny Pomanto Borong Penghargaan

Sukses Laksanakan "Smart City", Danny Pomanto Borong Penghargaan

 

MAKASSAR, KOMPAS.com – Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, sukses melaksanakan program kota cerdas (smart city) hingga meraih banyak penghargaan dari berbagai instansi.

Salah satu terobosan untuk program itu adalah War Room yang menjadi Pusat Data dan Pemantauan ratusan CCTV. War Room tersebut kini dapat digunakan oleh beberapa instansi termasuk kepolisian, kejaksaan dan seluruh SKPD di Pemerintah Kota Makassar.

Terobosan walikota yang akrab disapa Danny Pomanto itu mendapat penghargaan langsung dari beberapa Kementerian, antara lain seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Kesehatan dan beberapa kementerian lainnya, serta Kapolri.

Dalam waktu dekat Pemkot Makassar juga akan mendapat penghargaan 3 kota besar di Indonesia yang sukses menjalankan program kota cerdas. Selain menjadi pusat data dan pemantauan ratusan CCTV, War Room Pemkot Makassar juga menjadi sistem keamanan kota berbasis digital yang terkoneksi dengan kepolisian.

"Bukan hanya itu, War Room juga terkoneksi dengan intansi lainnya seperti kejaksaan untuk memantau proyek-proyek lelang dan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemerintah Kota Makassar," kata Plt Kepala Dinas Kominfo Kota Makassar, Ichwan Jacub, Rabu (3/4/2019).

Ichwan menambahkan, saat ini ada 468 unit CCTV terpasang di sudut-sudut Kota Makassar yang selama 24 jam terkoneksi dengan War Room. Harga per unit CCTV produksi Amerika itu mencapai Rp 30 juta.

"Fitur penyajian kualitas gambarnya tajam dan daya jangkaunya relatif panjang hingga 3 kilometer yang fungsinya untuk mengontrol keamanan kota sekaligus pelayanan publik dan program strategis Pemkot Makassar," papar Ichwan.

Dia menjelaskan, selama ini War Room menjadi pusat data terintegrasi dengan aplikasi yang digunakan SKPD. Ruang data ini juga menjadi pusat layanan masyarakat terkait beragam masalah pelayanan publik sebagai peralihan dari call center 112 yang telah dioperasikan sejak 2016 lalu.

"War Room juga jadi pusat layanan pemantauan CCTV Kota Makassar. Kami bekerja sam dengan pihak kepolisian terkait electronic Traffic Low Enforcement (e-LTE) atau tilang elektronik dan bekerjasama dalam sistem keamanan masyarakat, selain itu juga bisa dipakai kejaksaan untuk memantau kegiatan terkait proyek lelang," ujar Ichwan.

Ichwan menuturkan, War Room juga sudah terkoneksi dengan Satuan Lalulintas Kepolisian dan Dinas Perhubungan Kota Kota Makassar untuk memantau arus lalu lintas di Kota Makassar. Jika terjadi kemacetan di sejumlah ruas jalan, petugas langsung terjun ke lokasi macet untuk mengatur arus lalulintas.

Pusat data ini juga dipakai oleh Dinas Pemadam Kebakaran. Dengan demikian, lanjut Ichwan, call center Dinas Pemadam Kebakaran 112 sudah beralih ke War Room.

"Jadi, kalau terjadi kebakaran, War Room bisa langsung memantau lokasi dan jalan yang bisa dilewati armada pemadam agar tidak terjebak macet," kat Ichwan.

Terkait layanan SKPD yang memantau pelayanan publik di berbagai kecamatan di Makassar, Walikota Makassar bisa ikut memantau langsung melalui War Room dan mengambil kebijakan. Contohnya, seluruh CCTV puskesmas di Makassar sudah terkoneksi dengan War Room.

"Real time tentang layanan publiknya sehingga ketahuan jumlah pasien yang datang, berapa yang mendapat layanan dan berapa lama sehingga mudah terpantau langsung oleh Pemkot Makassar," ucap Ichwan.

Share For Social Network

Website designed for Pusat Studi Infrastruktur Indonesia