HomeSektor Tata RuangPerkotaanPemuda Indonesia menuju The Ninth World Urban Forum (WUF9)

Pemuda Indonesia menuju The Ninth World Urban Forum (WUF9)

 

Pemuda Indonesia menuju The Ninth World Urban Forum (WUF9)

Dewasa ini, lebih dari 50% penduduk dunia tinggal di perkotaan. Tahun 2050, diperkirakan angka tersebut akan berubah menjadi 70%. Urbanisasi menjadi tantangan yang tidak terelakan dalam pembangunan perkotaan. Oktober 2016 lalu, PBB melalui Konferensi Habitat III telah mengadopsiNew Urban Agenda (NUA) sebagai platform baru menuju pembangun perkotaan berkelanjutan, yang sejalan dengan Tujuan 11 Sustainable Development Goals, “Make Cities Inclusive, Safe, Resilience and Sustainable”.

 Tahun 2018 ini, setahun lebih setelah terbitnya NUA, UN Habitat melaksanakan The Ninth World Urban Forum(WUF9) yang akan berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia tepatnya 7-13 Februari mendatang.WUF9 akan menjadi forum terbesar pertama yang diadakan setelah pengadopsianNUA. Forum ini akan menjadi wadah pertama dan terbesar bagi seluruh pemangku kepentingan perkotaan yang akan fokus kepada implementasi NUA. WUF9 akan memberikan masukan substansi dan menjadi instrumen bagi laporan pertama pelaksanaan NUA secara global. Selain itu, WUF9 juga akan menjadi wadah peningkatan kesadaran pemangku kepentingan dan masyarakat umum tentangurbanisasi yang berkelanjutan, berbagi pengetahuan, best practice dalam pengelolaan kota dan urbanisasi, kerjasama dan koordinasi antar pemangku kepentingan, serta mobilisasi dan advokasi global dalam mencapai visi pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.

Dalam mewujudkan pembangunan perkotaan yang berkelanjutan, inclusiveness dan cooperation antar pemangku kepentingan menjadi penekanan utama dalam pembangunan perkotaan, hal ini terwujud dalam prinsip NUA yaitu No One Left Behind, salah satunya dengan keterlibatan pemuda dalam prosesnya. Pemuda menjadi salah satu pemangku kepentinganyang dapat menentukan masa depan kota di 20 tahun mendatang. Pemuda menjadi kunci penting sebagai agen perubahan yang memiliki keahlian dan sudut pandang berbeda serta menjadi garis depan inovasi pembangunan di masa depan. Oleh karena itu, dalam forum ini suara dan partisipasi  pemuda menjadi keharusan.

Indonesia merupakan salah satu negara yang telah aktif dan berkomitmen dalam melibatkan pemuda dalam memberikan masukan dan dalam proses penyusunan NUA untuk mewujudkan pembangunan perkotaan berkelanjutan. Komitemen tersebut terwujud dengan diadakannya Asia Pacific Urban Youth Assembly 2015 dan berbagai Focus Group Discussion perkotaan khusus pemuda. Berbagai kegiatan pemerintah yang melibatkan pemuda tersebut,telah terbukti efektif memunculkan berbagai inisiatif pesertanya untuk memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan pembangunan perkotaan berkelanjutan. Berbagai gerakan pemuda seperti Indonesia Youth Movement Meeting (IYMM), Sikola Pamore, Kopi Mangrove Sagara, E-Mentoring Youth, Design for Dream, Youth in Waste, Tune Map dan lain sebagainya lahir setelah pemuda di libatkan dalam tersebut.

Dalam WUF9 ini, Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Pusat Studi Infrastruktur Indonesia kembali melibatkan pemuda untuk mereka dapat menyuarakan suara pemuda Indonesia dan memperjuangkan peran aktif pemuda dalam proses pembangunan di berbagailevel baik level daerah, nasional, regional maupun internasional.Berbagai lapisan pemuda yang terlibat diharapkan dapat menjaring pengetahuan, informasi, dan jaringan yang luas dari berbagai kegiatan di dalam WUF9.Alhasil, kegiatan yang melibatkan kaum muda ini akan dapat memunculkan inovasi dan inisiatif baru dalam memperkuat peran dan keterlibatan pemuda untuk mewujudkan pembangunan perkotaan berkelanjutan di Indonesia.

Inisiasi dan inovasi ini akan didokumentasikan bersama selepas WUF9 di Kuala Lumpur yang kemudian didesiminasikan ke jejaring kerja kaum muda yang peduli akan pembangunan perkotaan. Akhir kata, pemuda akan membangun kota Indonesialebih baik, dan 100 pemuda Indonesia pasti dapat mengunjang dunia.

 

 

 

Share For Social Network

Website designed for Pusat Studi Infrastruktur Indonesia