HomeSektor Tata Ruang

Newsletter - Ayo Main ke Taman Kota

Sebagai warga kota, pernahkah anda mengunjungi taman di lingkungan sekitar? Taman, dalam pemahaman masyarakat Indonesia, memiliki fungsi khas dibandingkan taman di negara lain. Dalam Bahasa Inggris, “park” didefinisikan sebagai sebuah lahan yang berada di dalam atau dekat kota dan berfungsi untuk memperindah kawasan dan rekreasi . Sementara taman dalam Bahasa Indonesia memiliki makna tempat bercengkrama dan olah raga, yang membedakan antara pengertian taman secara barat yang menekankan konsep bersenang-senang dan taman di Indonesia yang mendorong kepuasan berinteraksi sosial . Kata taman dalam bahasa kita memiliki kekhasan dibandingkan dengan kata alun-alun yang lebih bersifat lapangan dengan vegetasi minim, maupun kata hutan kota yang dipadati pepohonan tapi minim ruang beraktivitas. Taman kota mengisi celah antara dua jenis ruang terbuka tersebut, dengan menjawab kebutuhan psikologis dan sosial masyarakat melalui berbagai kegiatan tanpa melupakan penghijauan yang mendukung ekologi kota. 

 

Hadirnya taman kota di sekitar kita secara tidak langsung dapat mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan. Saat ini, kota menampung lebih dari setengah total penduduk dunia, dan semuanya membutuhkan fasilitas yang mendukung kesejahteraan warga. Salah satu fasilitas tersebut adalah taman kota. Taman kota yang menarik sebagai tempat bersosialisasi dan memiliki fasilitas bermain dan olah raga dapat mendorong masyarakat untuk lebih sering berkunjung, sehingga dapat meningkatkan rasa kekeluargaan dan kepemilikian akan taman kota.  Tumbuhnya rasa kepemilikan akan taman dapat menumbuhkan rasa ingin menjaga taman kota serta kota itu sendiri dan dengan demikian kota akan menjadi lebih aman. 

Dari sisi kesehatan, kunjungan ke taman untuk bersantai dapat mengurangi tingkat stres warga kota, dan menjadi salah satu cara meningkatkan tingkat kebahagiaan warga di sebuah kota . Selain itu, dari sisi lingkungan, taman memiliki berbagai dampak positif yang tidak kecil, selain menjadi paru-paru kota yang menyumbang oksigen, taman juga bisa menjadi sistem drainase dan penurun suhu lingkungan . Kota yang memiliki taman yang cukup akan meningkatkan kesehatan jiwa dan raga dari warganya sekaligus menyediakan ruang hijau untuk mengimbangi dampak lingkungan dari pembangunan kawasan perkantoran dan permukiman.

Dengan berbagai manfaat yang diberikan oleh taman kota, maka perlu ditumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki dan berkunjung ke taman kota. Dengan bertambahnya pengertian, pengetahuan masyarakat akan fungsi taman kota, maka hal ini juga dapat mendorong proses partisipatif untuk menjaga dan mengembangkan kota yang responsif terhadap kebutuhan warga. Selain itu, kesadaran pemerintah kota akan pentingnya peran taman bagi masyarakat perlu ditingkatkan. Pemerintah kota sebagai perencana dan penyedia fasilitas fisik dan sosial perkotaan bagi masyarakat  harus memperhatikan ketersediaan dan kondisi taman kota. Kesadaran ini telah dimulai dengan memasukkan peran taman kota ke dalam agenda perkotaan global. Salah satu agenda tersebut yaitu Sustainable Development Goals yang dicanangkan PBB dalam Goal 11 yang mendorong pembangunan kota yang inklusif, selamat, tangguh, dan berkelanjutan, dan taman kota merupakan target spesifik yang wajib menyediakan akses terhadap semua lapisan masyarakat. New Urban Agenda atau Agenda Baru Perkotaan yang merupakan hasil dari Konferensi Habitat III pada 2016 di Ekuador juga menekankan dukungan akan ruang publik yang inklusif, terintegrasi, berkelanjutan dan aman sebagai unsur penting tercapainya agenda tersebut. Pembangunan taman kota adalah bukti nyata dukungan pemerintah kota terhadap agenda perkotaan global yang akan memberikan dampak positif dalam jangka panjang bagi kita semua.

Bagaimana dengan berbagai taman kota yang ada di negara kita? Selama ini mungkin mall terlihat sebagai tempat yang lebih ramai dikunjungi dibandingkan taman. Untuk melihat pola perilaku kunjungan masyarakat ke taman-taman di Indonesia, kami mengumpulkan data kunjungan yang diambil dari Google Maps terhadap 12 taman di 12 kota di pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.  Dari sejumlah taman tersebut, ternyata mayoritas taman dipenuhi pengunjung pada akhir pekan. Umumnya masyarakat kota bekerja di hari biasa sehingga mereka baru memiliki waktu luang di akhir pekan, oleh karena itu wajar jika mereka mengunjungi taman di akhir pekan sebagai tempat rekreasi yang murah dan bermanfaat. Banyak dari pengunjung akhir pekan datang pada pagi hari, selain juga pada Sabtu malam untuk menghabiskan malam minggu. Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim membuat warganya lebih memiliki waktu luang pada hari Minggu dibandingkan negara-negara mayoritas kristiani yang memilih untuk beribadah di hari Minggu, sehingga taman di Indonesia lebih ramai dikunjungi pada hari Minggu. Namun, ramainya kunjungan di akhir pekan tidak berarti taman kosong di hari lainnya. Ada juga beberapa taman yang lebih ramai pada hari kerja, yaitu Taman Mataram di Jakarta Selatan, hal ini mungkin dikarenakan taman terletak di pusat perkantoran dan disebelah sekolah terpadu. Taman Kunang-kunang di kota Malang memiliki jam puncak pada hari Kamis malam dan umumnya ramai dikunjungi pada malam hari, hal ini dikarenakan pada taman tersebut terdapat lampu lampu yang menarik. Beragamnya waktu kunjungan ini menunjukkan ragam faktor yang mempengaruhi interaksi antara warga dengan taman yang ada di sekitar mereka dapat berbeda-beda di tiap tamannya.

Di beberapa taman, pengunjung dapat menghabiskan waktu hingga lebih dari dua jam, sementara pada taman lain pengunjung hanya menghabiskan waktu di kisaran satu jam saja. Di Taman Balekambang (Solo) yang dapat membujuk pengunjungnya betah berlama-lama, terdapat berbagai kegiatan yang bisa dilakukan mulai dari bebek kayuh di danau hingga memberi makan rusa di lahan seluas 9,8 hektar tersebut. Sementara itu di Taman Kunang-Kunang, banyaknya tempat duduk yang disediakan serta terangnya taman pada malam hari dapat menjadi faktor yang mendorong orang lebih lama bercengkrama di taman tersebut. Berdasarkan korelasi tersebut dapat dinyatakan bahwa taman yang memiliki variasi fasilitas dapat menarik warga untuk menghabiskan waktu lebih lama dengan bermacam kegiatan yang dapat dilakukan.

Melihat tingkat kunjungan warga ke taman-taman kota tersebut, dapat dikatakan bahwa taman telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari bersantai hingga berolahraga dan berkumpul. Peningkatan kesehatan masyarakat dapat dikaitkan dengan kegiatan fisik yang dilakukan di taman dan fasilitas terkait serta karakteristik lingkungannya, hal ini turut disampaikan pada sebuah riset oleh American Journal of Preventative Medicine . Pada akhirnya, untuk dapat mempertahankan dan bahkan meningkatkan manfaat hadirnya taman bagi warga setempat, investasi dan kolaborasi antara sumber daya pemerintah dan kebutuhan masyarakat untuk pengembangan taman kota adalah langkah tepat menuju tercapainya perkotaan yang lebih baik.

 

Untuk edisi lengkap dari Newsletter ini dapat di unduh disini

Website designed for Pusat Studi Infrastruktur Indonesia