HomeEnergi
Error
  • JLIB_APPLICATION_ERROR_COMPONENT_NOT_LOADING

Ini Manfaat Sambungan Gas Bumi untuk Rumah Tangga

Batam - Pemerintah terus menggenjot pembangunan jaringan gas untuk rumah tangga. Dengan semakin banyak rumah tangga yang memakai gas bumi, konsumsi Liquified Petroleum Gas (LPG) bisa ditekan. 

Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, mengungkapkan bahwa gas bumi adalah energi yang murah. Tanpa disubsidi saja, biaya untuk pemakaian gas bumi hanya separuh dari LPG.

Selain itu, sambungan gas ke rumah tangga lebih praktis. Para ibu rumah tangga tak perlu repot-repot ke warung dan menggendong tabung gas ketika gas di rumah habis. Berbeda dengan LPG, sambungan gas langsung mengalirkan gas ke rumah-rumah.

"Harga gas tentu jadi lebih murah. Misalnya untuk rumah tangga, kalau keluarga biasanya beli 3 tabung LPG, kan sekitar Rp 60.000 per bulan. Kalau gas rumah tangga hanya Rp 30.000-35.000 per bulan. Lebih hemat 40-50%, tidak perlu menenteng tabung, dan sebagainya," ujar Wirat saat meninjau jaringan gas rumah tangga di Kota Batam, Kamis (12/1/2017).

Selain itu, sambungan gas rumah tangga aman dari bahaya kebakaran. "Kita sudah ngobrol sama bapak ibu penggunanya, apinya biru, sangat bersih, dan lebih aman dari LPG karena tekanannya cuma 0,2 bar, kalau LPG 5-7 bar," paparnya.

Tak hanya masyarakat yang diuntungkan, negara juga memperoleh manfaat dari semakin banyaknya sambungan gas ke rumah tangga. Subsidi LPG dapat ditekan, impor LPG juga makin sedikit. Maka uang negara bisa dihemat, devisa semakin kuat.

"Yang dihemat pertama adalah subsidi elpiji. Kedua, 67% LPG kita kan impor sementara gas dari dalam negeri," tutur Wirat.

Itulah sebabnya pembangunan jaringan gas ke rumah tangga terus dilakukan. Di tahun ini, Kementerian ESDM telah menyiapkan anggaran untuk pembangunan 56.000 sambungan gas rumah tangga.

Sebanyak 56.000 sambungan gas rumah tangga itu akan dibangun di sejumlah kota. "Di antaranya di Bontang, Samarinda, Mojokerto, Pali, Bandar Lampung, Pekanbaru, Muara Enim," kata Wirat.

Sedangkan pada 2016, sebanyak 89.000 sambungan gas rumah tangga dibangun dengan dana APBN. Ada 6 kota yang mendapatkan sambungan gas pada 2016, yaitu Batam, Tarakan, Surabaya, Prabumulih, Cilegon, dan Balikpapan.

Website designed for Pusat Studi Infrastruktur Indonesia