Home

Articles

Tak Sesuai Kebutuhan, Megaproyek Listrik 35 Ribu MW Mundur Hingga 2028

Tak Sesuai Kebutuhan, Megaproyek Listrik 35 Ribu MW Mundur Hingga 2028

Pembangkit listrik dalam megaproyek 35 ribu MW yang telah memasuki tahap konstruksi baru mencapai 57% atau sebesar 20.119 MW. 

Pembangunan megaproyek 35.000 Megawatt (MW) masih tersendat-sendat. Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, pembangkit listrik yang telah beroperasi komersial (COD) per 15 Juni 2019 baru mencapai 10% atau sebesar 3.617 MW.

Direktur Bina Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman Hutajulu mengatakan, realisasi pembangunan proyek tersebut tergantung pada permintaan dan kebutuhan listrik masyarakat. Megaproyek 35.000 MW yang harusnya selesai pada tahun ini pun mundur hingga 2028. 

"Setiap tahun kan harus di sesuaikan dengan demand. Jadi bukan dibatalkan, tapi digeser," ujarnya saat ditemui di Gedung Ditjen Ketenagalistrikan, Jakarta, Selasa (2/7).

Adapun pembangkit yang telah memasuki tahap konstruksi baru mencapai 57% atau sebesar 20.119 MW. Proyek yang telah berkontrak atau memiliki perjanjian jual beli listrik (PPA) tetapi yang belum memasuki tahap konstruksi mencapai 27% atau 9.515 MW.

Kemudian, yang masih dalam proses pengadaan sebesar 4% atau 1.453 MW, dan sisanya sebesar 2% atau 734 MW masih dalam tahap perencanaan. Kemajuan proyek ini terdiri dari pembagkit yang dimiliki oleh PLN dan Produsen Listrik Swasta (IPP).

Untuk tahun ini, Kementerian ESDM menargetkan ada enam pembangkit dengan total kapasitas sebesar 2.161 MW yang akan beroperasi. Pembangkit tersebut yaitu, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitas 100 MW di Kalimantan Selatan yang konstruksinya telah mencapai 99,3%, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Bengkulu dengan kapasitas 21 MW dnegan kemajuan proyek mencapai 99,86%, dan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dengan kapasitas 0,5 MW.

Ada juga Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Maumere dengan kapasits 40 MW yang saat ini dalam tes uji coba operasi. Lalu, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 7 dengan kapasitas 1.000 MW dengan konstruksi mencapai 84,75%, dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Jawa 8 (Cilacap Ekspanasi) dengan kapasitas 1.000 MW yang konstruksinya saat ini mencapai 90,7%.

Website designed for Pusat Studi Infrastruktur Indonesia