Home

Ketika Krisis Perumahan di California Menghantam Pinggiran Kota di Permukiman Elit, Seorang Pekerja Publik Berubah Menjadi Dokrin yang Sangat Sederhana

Ketika Krisis Perumahan di California Menghantam Pinggiran Kota di Permukiman Elit, Seorang Pekerja Publik Berubah Menjadi Dokrin yang Sangat Sederhana

 

Dewan Kota Lafayette, California, bertemu masyarakat setiap hari Senin selama dua kali dalam sebulan sekali, dan Steve Falk menyukai untuk duduk seorang sendiri di dekat pintu keluar auditorium, agar ia dapat mengamati dari tempat seluas mungkin. Dengan memiliki ambisi untuk mengubah, Falk merupakan manajer kota yang menjabat sebagai kepala eksekutif dari Lafayette, daerah pinggiran yang kaya di wilayah Teluk San Fransisco yang terkenal dengan sikap menolak terdahap pembangunan.

Dengan jumlah populasi hanya 25.000, menjadikan Kota Lafayette wilayah yang kaya karena merupakan kota kecil yang terletak di sebelah kota besar yang mempertahankan statusnya dengan menjaga kota besar agar keluar. Penduduk setempat cenderung bereaksi terhadap proyek pembangunan baru dengan kecurigaan atau bahkan permusuhan, dan terjadi dengan banyak waktu di setiap hari Senin pada tahun 2012 dan 2013. Falk biasa mengambil tempat duduk yang terletak di dekat pintu darurat untuk menyaksikan seberapa banyak dari rekan-rekannya yang telah benar-benar kehilangan akal.

 Seorang pengembang telah mengusulkan untuk menempatkan 315 apartemen dengan pilihan di sepanjang Deer Hill Road, berdekatan dengan stasiun Bay Area Rapit Transit, dan melihat pemandangan yang memiliki nilai harga properti tinggi. Ini bukanlah proyek besar. Proyek yang disebut oleh pengembang The Terraces of Lafayette, akan menjadi pengembang terbesar dalam sejarah pinggiran kota. Peraturan zonasi telah memberi izin, namun lingkungan sekitar tampaknya merasa bahwa jika oposisi mereka cukup keras, hal ini yang bisa membuat Terraces tidak dapat terbangun.

Dalam surat yang ditujukan kepada Pejabat terpilih, dan pada mikrofon terbuka yang diamati oleh Falk pada pertemuan Dewan Kota, warga masyarakat mengatakan hal-hal seperti “terlalu agresif”, “tidak menghormati”, “memalukan”, “marah”, “keberanian”, “sangat  urban”, “sangat kesal”, “tidak enak dipandang”, “keburukan”, “tidak dapat dipahami”, “sudah keterlaluan”, “sangat menentang”, “lingkup semata”, “sangat salah”, “menghalangi pemandangan”, “tidak sesuai”, “nilai properti akan dihancurkan”, dan “akan memungkinkan lebih banyak kejahatan dilakukan”.

Falk mampu melihat arah prediksi dengan tepat. Akan ada audiensi dan tinjauan desain selama bertahun-tahun dan penilaian sejarah serta laporan-laporan lingkungan. Pemilih akan memprotes, dewan akan menolak proyek, dan pengembang akan menuntut. Kota Lafayette akan terperosok dalam kasus langka yang kemungkinan kota ini akan menghilang. Seperti yang dilihat oleh Falk, apa pun bisa ia lakukan untuk mencegah nasib yang akan menjadi kepentingan publik. Sehingga ia memanggil seorang pengembang, seorang pria bernama Dennis O’Brien dan meminta pertemuan dengannya.

Falk pernah mempelajari tentang negosiasi di Harvard, dimana ia belajar bahwa orang-orang seharusnya lebih masuk akal ketika mereka melakukan tawar-menawar untuk mendapatkan makanan. Ia pergi ke toko dan membeli roti, minuman, dan banyak anggur merah. Ia meletakkan semua itu di atas meja ruang konferensi serta memotong roti tersebut menjadi beberapa irisan, menaruh parutan keju di sekeliling roti, dan dikelilingi oleh buah anggur.

O’Brien mempertanyakan mengenai warna buah anggur pada umumnya ketika ia berjalan dengan beberapa orang asisten, dan Falk bersedia bahwa untuk beberapa jam berikutnya ia akan menjadi penerima keluhan dari para pengembang. Namun sebelum sampai disitu, ia memberi tahu semua orang bahwa ia ingin mereka makan terlebih dahulu.

Ruangan di dalam tersebut sangat sunyi. Falk menjelaskan seluruh kesepakatan tentang kelas negosiasi. Ruangan tersebut masih tetap sunyi. Falk memandang O’Brien dan berkata “ Dennis, lihat, saya bahkan tidak mengenal Anda, tetapi Anda harus tetap memakannya, bahkan jika itu adalah satu anggur, sebelum saya akan berbicara dengan Anda”. Setidaknya hal itu membuat orang-orang yang berada di dalam ruangan tertawa, dan tak lama kemudian semua orang mulai menikmati roti, keju, dan anggur tersebut.

Sangat penting bagi mereka untuk membuat kesepakatan. Jauh lebih dipertaruhkan dibandingkan hanya satu bangunan di sebidang tanah yang terletak di pinggiran kota. Amerika mengalami krisis perumahan. Tingkat kepemilikan rumah untuk orang dewasa muda berada pada tingkat rendah selama multi-dekade, dan sekitar seperempat penyewa mengirim lebih dari setengah pendapatan mereka kepada pemilik rumah. Tunawisma kembali bermunculan, penggusuran memindahkan satu juta rumah tangga per tahun, dan sekitar empat juta orang menghabiskan setidaknya tiga jam berkendara ke dan dari tempat kerja.

Orang-orang hanya perlu melihat keluar jendela untuk melihat bahwa hal ini tidak ada hubungannya dengan ruangan yang terbatas. Hal ini adalah peluang dan peningkatan biaya untuk di wilayah yang dekat dengan pinggiran kota. Banyak yang mengatakan tentang pemenang pengambilan ekonomi saat ini bahwa banyak kota dengan epidemi tunawisma yang paling mencolok adalah pusat teknologi dan keuangan yang sedang tumbuh. Secara sederhana, terdapat kekurangan perumahan kumuh di tempat-tempat dimana orang-orang dan perusahaan ingin bertempat tinggal dan reaksi dari para politisi lokal yang berjuang dalam setiap upaya untuk menambah lebih banyak jumlah permukiman.

Hampir semua tantangan terbesar di Amerika, pada tingkat tertentu, merupakan masalah permukiman. Biaya rumah yang terus meningkat menjadi pendorong utama pemisahan, ketimpangan, dan kesenjangan, serta ras dan generasi. Kalian tidak dapat berbicara tentang pendidikan atau kelas menengah yang menyusut tanpa berbicara tentang berapa banyak biaya untuk tetap tinggal di dekat sekolah yang bagus dan bekerja di tempat dengan gaji yang tinggi. Transportasi menyumbang sekitar sepertiga dari emisi karbon dioksida nasional, sehingga tidak terdapat rencana yang serius untuk perubahan iklim yang tidak dimulai dengan percakapan tentang bagaimana mengubah lanskap perkotaan sehingga masyarakat kota dapat tinggal berdekatan dengan perkantoran. Tidak ada yang lebih jelas dari California. Memang benar bahwa negara menangani masalah kekacauan, dengan upaya kontrol sewa, perumahan bersubsidi, dan tunawisma. Tetapi cara ampuh yang paling sulit untuk diterapkan, ternyata adalah yang paling jelas: Bangun lebih banyak perumahan.

Menurut McKinsey Global Institute, negara perlu menciptakan 3,5 juta rumah pada tahun 2025, lebih dari tiga kali lipat kecepatan saat ini untuk memperbaiki masalah keterjangkauannya. Untuk memikul angka tersebut membutuhkan membangun lebih banyak dari biasanya, yaitu berupa perumahan bersubsidi, perumahan tingkat pasar,  perumahan, apartemen, kondominium, koorporasi, dan sebanyak 315 apartemen di wilayah utama kota-kota seperti di Kota Lafayette.

Legislasi itu penting, tetapi sejarah menunjukkan bahwa hal tersebut hanya bisa menyebabkan banyak hal. Pada awal 1980’an, selama krisis perumahan terjadi, California meloloskan sejumlah rancangan undang-undang yang dirancang untuk merampingkan produksi perumahan dan menghukum kota-kota yang tidak mematuhi aturan tersebut. Namun kesenjangan perumahan telah berlanjut dan upaya yang lebih baru juga gagal. Pada akhir Januari, Badan Legislatif menolak S.B. 50, sebuah RUU yang akan mendorong kota untuk menerima banguan berlantai empat hingga lima di daerah yang sarat dengan kemudahan.

Apa yang disarankan disini adalah bahwa solusi nyata harus sosiologis. Orang-orang perlu menyadari bahwa tunawisma terhubung dengan harga perumahan. Mereka harus menerimanya dan munafik untuk mengatakan bahwa kalian tidak suka kepadatan tetapi khawatir tentang perubahan iklim. Mereka harus menginternalisasi pelajaran bahwa jika mereka ingin anak-anak mereka memiliki masa depan keuangan yang stabil, maka mereka harus menyediakan ruang. Mereka dituntut harus berubah.

Steve Falk telah berubah. Ketika ia pertama kali mendengar tentang proyek Dennis O’Brien, ia pikir itu bodoh: sebuah kasus studi dengan kesan yang buruk berupa tentang perkembangan yang tidak terkendali. Ia percaya bahwa Bay Area membutuhkan lebih banyak perumahan, tetapi ia juga seorang masyarakat lokal yang berpikir bahwa kota perlu memutuskan dimana dan bagaimana perumahan tersebut akan dibangun. Kemudian kepercayaan tersebut mulai terperinci. Hari ini, setelah delapan tahun perjuangan, karirnya dengan kota tersebut berakhir, wilayah The Deer Hill Road masih berupa banyak tanah dan semak belukar, dan Falk telah menjadi pendukung yang lantang dalam mengambil pengendali masyarakat lokal dari kota-kota seperti kota yang biasa ia pimpin.

Kerangka Universal yang Lebih Banyak

Meskipun ia tidak mengetahuinya pada saat itu, transformasi Falk dimulai pada tahun 2015, dengan panggilan telepon dari seorang wanita yang belum pernah ia dengar dan dengan keluhan yang belum pernah ia terima selama 25 tahun bekerja di kota tersebut. Ia bernama Sonja Trauss dan ia berpikir proyek The Deer Hill Road terlalu kecil.

Trauss adalah seorang rakyat jelata dan mantan guru sekolah menengah, yang baru-baru ini menjadi aktivis perumahan penuh waktu. Ia membuat debut publiknya beberapa tahun sebelumnya, pada pertemuan perencanaan di San Fransisco City Hall. Ketika tiba waktunya untuk komentar publik, ia melangkah ke mikrofon dan berbicara kepada para komisaris, berbicara mendukung pembangunan perumahan. Ia kembali untuk memuji yang lain.

Dalam mendukung setiap proyek untuk pengembangan pipa saat ini, Trauss meletakkan sebuah kerangka pemikiran yang akan membuatnya menjadi seorang selebriti politik Bay Area: seberapa mahal perumahan baru hari ini menjadi perumahan tua yang akan terjangkan di kemudian hari, bagaimana San Fransisco memunculkan kesempatannya untuk memanfaatkan energi ledakan ekonomi untuk membangun rumah secara massal yang dapat dinikmati oleh generasi penduduk. Ia tidak peduli apakah proposal untuk apartemen atau kondominium atau berapa banyak uang yang dimiliki penghuni masa depan. Hal tersebut adalah lebih banyak berupa kerangka universal. Trauss adalah untuk apa pun dan segalanya, asalkan perumahan tersebut dibangun dengan tinggi dan cepat serta terdapat orang yang tinggal di dalamnya.

Terdapat data yang ia simpan. Sejak 2010 hingga 2015, kota-kota Bay Area secara konsisten menambahkan lebih banyak pekerjaan daripada unit perumahan. Dalam beberapa kasus dengan rasio delapan berbanding satu, jauh melampaui tingkat satu setengah pekerjaan per unit perumahan yang perencanaannya dianggap sehat. Pada intinya, kebijakan tersebut adalah untuk secara antusias mendorong orang-orang untuk pindah ke tempat baru dengan tujuan untuk bekerja, sementara mereka secara bersama-sama antusias mencegah pengembang untuk membangun tempat-tempat bagi orang-orang untuk bermukim, sehingga hal ini memicu pertentangan generasi dimana kenaikan biaya perumahan memperkaya orang-orang yang sudah memiliki rumah dan menghalangi siapa pun yang tidak dibayar dengan baik atau tidak dapat menempati wilayah tersebut.

Trauss mengorganisir para pendukung ke dalam sebuah kelompok yang disebut Federasi Penyewa Area Teluk San Fransisco, atau SF BARF, yang bersifat amatir bahkan oleh standar aktivis setempat. Tetapi sikap amatir tersebut merupakan bagian dari kecakapan Trauss untuk mendapatkan perhatian. Ia mengendarai Crown Victoria berwarna oranye yang berkilauan, muncul ke pertemuan kota menggunakan celana kain dan sepatu boot berwarna putih, dan berbicara dalam monolog filosofis, seperti menyatakan bahwa alasan orang tidak suka bangunan baru adalah karena hal tersebut mengingatkan mereka bahwa mereka akan mati.

Tujuan secara eksplisit yaitu berupa revolusioner. Ia memberia tahu orang-orang bahwa tujuannya bukan untuk memberlakukan kebijakan perumahan tertentu, tetapi untuk mengubah adat istiadat sosial sehingga tetangga yang menentang pembangunan tidak lagi dianggap sebagai pelayan yang baik dan malah dianggap sebagai penimbun yang egois.

Trauss mulai menarik perhatian donor kaya seperti Jeremy Stoppelman, pendiri dari Yelp, yang mulai khawatir tentang biaya perumahan yang menghambat pertumbuhan ekonomi. Dan taktiknya menjadi lebih canggih. Dengan seorang teman, Brian Hanlon, yang bekerja dibidang Dinas Kehutanan Amerika Serikat, ia bersama-sama mendirikan sebuah organisasi nirlaba yang disebut California Renters Legal Advocay and Education Fund atau CARLA. Misinya: “Menuntut pinggiran kota”. Setelah membaca tentang Undang-Undang California Tahun 1982 secara sekilas yang disebut dengan Undang-Undang Pertanggungjawaban Perumahan, Trauss memutuskan untuk mencoba menggunakannya untuk memaksa Kota Lafayette membangun sebanyak 315 apartemen Dennis O’Brien.

Pada tahu 2015, Falk telah bekerja di proyek The Deer Hill Road selama bertahun-tahun. Melalui banyak pertemuan dengan O’Brien, ia membuat kesepakatan untuk pengembang yang lebih sederhana dari 44 rumah keluarga tunggal, serta kesepatakan untuk membangun kota ini sebuah lapangan sepak bola dan taman anjing. Falk adalah seseorang yang paling sering menganalogikan tentang pembuatan sosis, dan benar-benar menggunakan analogi sosis, tetapi ia keluar dari pembicaraan dengan O’Brien merasa seperti pelayan publik A-plus yang mungkin memiliki karir kedua di resolusi konflik. Ketika Trauss menelepon O’Brien untuk mengatakan bahwa pendekatan 44 rumah sepenuhnya tidak memadai, Falk mencoba untuk membujuknya sebaliknya. Tentu saja, ia tidak pernah punya kesempatan.

Pada pertemuan Dewan Kota seminggu kemudian, Falk melihat sekelompok BARFers, berdemo dengan melakukan konspirasi sekumpulan remaja sebagai sebuah lelucon. Suara mikrofon sudah terdengar dengan keras. Mereka telah membentuk organisasi nirlaba secara gencar yang disebut “Lindungi Kota Lafayette”, yang menentang gagasan sebanyak 315 apartemen dan berkompromi dengan 44 rumah dengan alasan dari penghancuran tampilan menjadi debu konstruksi karsinogenik. Falk duduk di dekat pintu darurat dan menyaksikan BARF dan para pendukung gerakan tersebut saling berkerumun di podium, di satu sisi sebagian dari mereka berpendapat bahwa proyek tersebut terlalu kecil, dan yang lain berpendapat bahwa proyek tersebut terlalu besar.

“Saya agak terganggu oleh semua pihak dari luar lingkungan saya yang memberi tahu bahwa saya harus menerima penurunan kualitas hidup”, kata seorang penduduk Kota Lafayette, Ian Kallen.

“Tidak ada manusia yang mengalami degradasi”, tukas anggota SF BARF bernama Armand Domalewski. “Mari kita bicara tentang manfaat ekonomi dari menambahkan orang, bukan hanya memperlakukan mereka sebagai biaya.”

Ketika tiba giliran Ms Trauss untuk berbicara, ia berpendapat bahwa seluruh gagasan komentar publik tentang konstruksi baru secara inheren tergolong cacat, karena penerima manfaat merupakan orang-orang yang pada akhirnya akan tinggal di gedung yang mana tidak dapat berdebat dengan pihak mereka.

“Proses politik biasa seperti pajak penjualan, kedua belah pihak memiliki kesempatan untuk muncul dan mengatakan apakah mereka mendukung atau menentangnya”, menurutnya. “Tetapi ketika Anda memiliki proyek baru seperti ini, dimana terdapat 700 lebih orang yang awalnya akan pindah, apakah puluhan ribu orang akan tinggal di dalamnya selama masa proyek? Orang-orang itu belum tahu siapa mereka. Beberapa dari mereka bahkan belum dilahirkan”.

Trauss menggugat beberapa bulan kemudian. Ironisnya adalah bahwa tidak ada yang lebih bahagia tentang hal tesebut selain O’Brien. Ia telah menghabiskan bertahun-tahun dan jutaan dolar untuk mengusulkan dua proyek yang sama sekali berbeda. Sekarang beberapa kelompok aktivis yang tidak pernah ia dengar menuntut kota tersebut dan ia, atas nama proyek aslinya pada dasarnya menuntutnya atas nama O’Brien.

Pengacara CARLA memiliki pekerjaan yang mustahil untuk mencoba meyakinkan hakim bahwa Kota Lafayette telah secara tidak adil memaksa O’Brien untuk membangun 44 rumah, bukannya 315 apartemen, sedangkan O’Brien berada di sisi lain yang tidak sejalan. CARLA kehilangan argumen, tetapi setelah mengancam akan mengajukan banding, O’Brien akhirnya setuju untuk membayar biaya hukumnya. Ia sekarang berdebat dan membayar kedua belah pihak dari kasus yang sama.

Proses pengadilan lainnya berlanjut. Anggota gerakan “Lindungi Kota Lafayette”dituntut untuk memaksa referendum dimana penduduk dapat membatalkan rencana 44 rumah dan akhirnya mereka berhasil. Trauss dan rekan-rekan pemberontaknya pindah ke pertempuran yang lain, mengajukan lebih banyak tuntutan hukum untuk lebih banyak perumahan sampai mereka mulai menang. Sementara itu, gerakan yang ia bantu temukan YIMBY, untuk Yes in My Back Yard (berada di halaman saya), telah menjadi fenomena internasional, dengan para pendukung di puluhan daerah yang terbebani oleh keberadaan perumahan termasuk Seattle, Boulder, Colo, Boston, Austin, Texas, London, dan Vancouver.

Mencari orang-orang yang belum tinggal disana

Pertarungan pembangunan diperjuangkan secara hiper-lokal, tetapi isu-isu tersebut bergema dimana-mana. Pada akhir 2018, Minneapolis menjadi kota besar pertama di Amerika yang secara efektif mengakhiri zonasi keluarga tunggal. Oregon mengikuti segera setelah itu. California dan New York telah secara signifikan memperluas perlindungan bagi penyewa. Dan ketika lebih banyak ekonom memberikan kepercayaan pada anggapan bahwa krisis perumahan dapat secara material merusak G.D.P., dengan memperburuk ketidaksetaraan dan mengurangi peluang, semua kandidat Presiden dari partai Demokrat mengajukan proposal perumahan besar.

Mereka menjalankan hal tersebut secara keseluruhan dari keringanan pajak untuk penyewa, untuk panggilan dana perumahan yang lebih terjangkau, dan untuk rencana kekuatan federal dalam menanggung reformasi zonasi. Gagasan-gagasan ini memiliki konflik sentral: Dapatkah para pemimpin kota yang secara teori paling tahu kondisi lokal dipercaya untuk membangun perumahan yang kita butuhkan? Atau akankah mereka terus mengejar kebijakan yang memompa nilai properti, melestarikan penyebaran, dan menghukum penyewa yang berpenghasilan rendah?

Falk memulai karirnya disisi kontrol lokal yang berasal dari perdebatan tersebut. Tetapi di sepanjang pengembaraan di The Deer Hill Road, ia mulai bersimpati dengan lawan-lawan pemberontaknya. Putrinya tinggal di San Fransisco dan membayar mahal untuk hidup dengan setumpuk teman sekamar. Putrinya adalah penari di New York, dimana krisis perumahan sama buruknya dengan Kota Lafayette. Sulit untuk menyaksikan anak-anaknya bergumul dengan sewa dan tidak mulai berpikir bahwa mungkin Trauss benar.

“Saya tidak yakin setiap kota dibiarkan secara masing-masing untuk menyelesaikan masalah ini”, katanya sekali. “Mereka tidak memiliki insentif untuk melakukannya, karena pemilih lokal akan selalu melindungi kepentingan mereka sendiri daripada mencari orang-orang yang belum tinggal disana.”

Jadi ia mulai memberontak. Ketika Gubernur California pada saat itu dipegang oleh Jerry Brown, mengancam akan mengesampingkan kontrol lokal dengan proposal yang memungkinkan pengembang untuk membangun apartemen perkotaan “sebagai haknya” yang melewati sebagian besar proses dan audiensi dari warga Kota Lafayette yang bersikap antusias. Falk berlawanan dengan minatnya sendiri, sehingga ia menulis memo yang mendukung gagasan tersebut.

“Tidak bisa dipercaya”, “tidak cakap”, “memanipulasi Dewan Kota secara tidak jujur”, “harus ditegur secara terbuka dan eksplisit”, hal ini adalah beberapa hal yang dikatakan warga sebagai tanggapan mereka. Masa depannya tidak bisa dipertahankan. Dewan Kota menegurnya, dan ketika tiba saatnya untuk menegosiasikan kontrak tersebut, anggota gerakan “Lindungi Kota Lafayette” memprotes pernyataan yang akan menjamin mereka mendapatkan pesangon pembayaran selama 18 bulan jika mereka dipecat, beberapa bulan kemudian mereka kehilangan pekerjaan, hampir setengah juta dolar dan kemudian mereka mengundurkan diri.

“Seorang manajer kota memiliki pilihan: Anda bisa duduk disana dan menjadi pelaksana kebijakan netral semacam ini, atau Anda dapat menyisipkan diri Anda sendiri”, menurut Falk. “Duduk di kantor Anda sepanjang hari, Anda harus mengajukan pertanyaan, ‘mengapa saya ada disini? Mengapa saya melakukan pekerjaan ini?’ Pada titik tertentu, saya pikir wajar jika Anda mulai membuat rekomendasi yang menurut Anda ada dikepentingan publik menjadi terbaik, tidak hanya untuk masyarakat, tetapi juga berasal dari masyarakat”.

Sulit untuk melihat apa yang terjadi di Kota Lafayette dan melihat populasi massa yang bertindak secara tidak rasional. Setelah perencanaan sebanyak 44 rumah tergelincir, O’Brien mengaktifkan polis asuransi yang hanya diketahui sedikit orang: Persyaratan negosiasi dengan Falk memungkinkannya untuk kembali ke rencana semula untuk membangun sebanyak 315 apartemen. Ketika penduduk mengetahui pada pertemuan Dewan Kota bahwa kegelisahan mereka mungkin telah membawa mereka ke lingkaran penuh, mereka menjadi sangat marah sehingga Sheriff menawarkan diri untuk mengawal salah satu karyawan O’Brien

Falk di sisi lain tampak tenang. Pada rapat dewan yang menandai kepergiannya, ia duduk seperti biasanya di depan. Walikota memberinya kehormatan memimpin ruangan dalam Ikrar Kesetiaan. Falk memiliki surat pengunduran diri ditangannya, tetapi ia mengatakan kepada hadirin bahwa ia hanya akan membacanya sebagian.

Ia membaca surat tersebut dengan penuh kesopanan. Hal tersebut tentang bagaimana ia mencintai Kota Lafayette dan percaya bahwa Kota Lafayette adalah sebuah model kesopanan dan keterlibatan demokratis dan memiliki para pekerja yang brilian dan profesional. Setelah itu, warga masyarakat kota mengatakan hal-hal baik dan Falk mengangguk berterima kasih. Beberapa bagian paragraf dari isi surat yang tidak ia baca di depan publik tersebut kemudian dipublikasikan lewat Twitter.

“Semua kota bahkan kota kecil memiliki tanggung jawab untuk mengatasi tantangan paling signifikan di zaman kita: perubahan iklim, ketidaksetaraan pendapatan, dan keterjangkauan perumahan. Saya percaya bahwa penambahan jumlah perumahan multi keluarga di Stasiun BART adalah cara terbaik bagi Kota Lafayette untuk menyelesaikan masalah perkotaan, dan karenanya semakin sulit bagi saya untuk mendukung, mengadvokasi, atau menerapkan kebijakan yang akan mengahalangi kepadatan transit. Hati nurani saya tidak akan mengizinkannya.”

(Esai ini ditulis oleh Conor Dougherty dalam GOLDEN GATES: Fighting for Housing in America)

 

Penghuni Pertama di California

Penghuni Pertama di California

Orang-orang Spanyol, tentu saja bukan lah yang pertama kali menemukan negeri ajaib dan ekstrem ini. Orang-orang pendatang awal California adalah terdiri dari orang-orang Asia yang gemar berpetualang yang menempuh perjalanan melintasi Selat Bering menuju Alaska pada ribuan tahun yang lalu pada saat kondisi iklim relatif stabil dan masih terdapat jembatan tanah yang sekarang telah lenyap yang menjadikan perjalanan seperti ini menjadi lebih mudah. Para pria dan para wanita ini merupakan keturuan asli yang telah menetap di Amerika Utara dan Selatan, yang kemudian menyebar untuk membentuk berbagai suku bangsa dan yang kemudian oleh para pendatang Eropa yang pertama kali berkunjung ke belahan bumi ini dijuluki “India”. Barisan pegunungan di Pantai Pasifik mengisolasi para pendatang awal ini yang berasal dari budaya-budaya yang berkembang di negara tetangga seperti Meksiko dan Amerika Serikat bagian barat. Dengan demikian, populasi awal California memiliki sedikit kemiripan fisik dengan penduduk asli Amerika di wilayah dataran besar yang nampaknya tidak memiliki ikatan bahasa atau budaya dengan negara-negara tersebut.

Topografi California yang kasar, ditandai oleh pegunungan dan gurun, menyulitkan kelompok pribumi untuk melakukan perjalanan jarak jauh, dan penduduk asli kawasan tersebut bahkan saling terisolasi satu sama lain, cenderung bermukim dalam kelompok keluarga besar atau suka bangsa dengan struktur politik dalam lingkup kecil, tidak seperti suku bangsa dalam lingkup yang lebih besar seperti di wilayah bagian timur. Ketika para pemukim Eropa datang terlambat ke California, menyebabkan para penduduk asli juga tidak diberi akses seperti para pendatang baru tersebut, yang merupakan tempat pengungsian dari para imigran asing yang memberikan mobilitas suku-suku di wilayah dataran besar sebagai mobilitas yang baru pada awal abad ke-16. Karena wilayah tersebut telah terbagi dan terisolasi, menjadikan penduduk asli California memiliki populasi penduduk yang beragam, yang kemudian dipisahkan oleh bahasa sebanyak 135 dialek yang berbeda. Adapun suku-suku tersebut diantaraya, yaitu suku Karok, Maidu, Cahuileno, Mojave, Yokuts, Pomo, Paiute, dan Modoc. Di sisi lain, pegunungan yang memisahkan suku-suku tersebut membuat peperangan semakin luas menjadi tidak efisien, sementara itu suku bangsa California menikmati kehidupan yang relatif damai.

Kurangnya hujan di wilayah tersebut selama musim panen menyebabkan kegiatan pertanian bukanlah cara praktis untuk dijadikan sebagai mata pencaharian bagi para pendatang di California, tetapi iklim yang relatif stabil dan kondisi tanah yang kaya akan kandungan nutrisi memungkinkan para pendatang ini untuk hidup dengan kegiatan pertanian dan memanen kacang-kacangan dan buah-buahan secara terampil dan dengan menangkap ikan yang terdapat di sungai. Biji pohon yang larut dalam asam beracun yang kemudian berubah menjadi makanan, merupakan makanan pokok bagi sebagian besar penduduk asli California. Orang-orang Eropa yang berbahasa Inggis yang bertemu dengan penduduk asli Amerika di California begitu terpesona oleh kegiatan mereka yang mengumpulkan kacang-kacangan dari tanah dan menggalinya ke bagian akar, dimana memiliki nilai gizi sehingga mereka menjulukinya sebagai “Penggali”, dan “Penggali Indian” menjadi nama panggilan mereka.

Pasokan makanan yang cukup, iklim sedang, dan tidak adanya perang akan berpengaruh besar terhadap populasi yang sehat.Diperkirakan bahwa ketika orang-orang Eropa yang pertama kali datang ke California, maka jumlah penduduk asli diperkirakan berjumlah sekitar 300.000 jiwa atau sekitar 13% dari penduduk asli di Amerika Utara.

(Essay ini diambil dari CONGRES.GOV United States Legislative Information)

Kota dan Perkotaan

Kota dan Perkotaan

Tiga permukiman yang merupakan penerima manfaat utama dari Gold Rush. San Fransisco, desa sepi yang disebut “Yerba Buena” hingga 1847, menjadi pelabuhan utama di California, jauh melampaui San Diego, San Pedro, dan Monterey di selatan. Hampir setiap imigran yang datang melalui laut maka perlu melewati jalur kota, seperti halnya sebagian besar barang yang diimpor dari benua lain. Kota yang gaduh, penuh sesak dengan hotel, salon, dan rumah judi, merupakan tempat bagi para penambang kotor yang sudah lelah dan datang untuk menghabiskan kekayaan mereka yang diperoleh dengan cara susah payah. Pada tahun 1845, Yerba Buena memiliki kurang dari 400 penduduk, berdasarkan sensus penduduk di tahun 1860 menyebutkan bahwa terdapat 56.000 penduduk yang bermukim di San Fransiskan.

Di wilayah pedalaman, terdapat dua kota yang lebih kecil yang merupakan kota baru yang juga menuai keuntungan sebagai akibat dari adanya pengaruh kota baru tersebut. Johann Sutter memimpikan sebuah kota bernama “Sutterville” yang akan membuatnya menjadi kaya. Sebaliknya, penghuni liar dan pengusaha menyerbu harta yang mereka ingin dapatkan di Sungai Sacramento, dan sejak saat itulah kota Sacramento lahir. Hal tersebut berfungsi sebagai pusat perdagangan untuk kegiatan tambang yang berasal dari arah utara kota yang kini telah menjadi ibu kota negara. Secara signifikan, Sacramento berpengaruh dalam perekonomian negara tercermin ketika kota ini terpilih sebagai terminal untuk pengendara kereta Pony Express yang merupakan kereta api pertama di Amerika. Ketika kegiatan tambang di wilayah bagian selatan yang berada di bawah Mokelumne menjadi sumber kekuatan kota serta sebuah peternakan yang terdapat di persimpangan Sungai San Joaquin dan Calaveras melahirkan permukiman yang pertama kali disebut Tuleberg dan kemudian menempati wilayah Stockton. Sebagai pintu gerbang menuju wilayah tambang di Sungai Calaveras, Stanislaus, Tulomne, Merced, dan Sungai Mariposa, sehingga menyebabkan Stockton tumbuh dengan cepat.

(Essay ini diambil dari CONGRES.GOV United States Legislative Information)

Amerika dan California

Amerika dan California

Pemerintah Meksiko dan California yang menggunakan bahasa Spanyol menjadi semakin curiga terhadap motif “Amerika” di Amerika Serikat. Pada tahun 1844, John Charles Fremont meminpin sekelompok insinyur topografi Angkatan Darat yang “secara tidak sengaja” melintasi dari Sierras menuju California dan  melakukan perjalanan jauh menuju Lembah San Joaquin sebelum mereka membuat jalur perjalanan untuk kembali pulang. Pada tahun 1845, seorang petugas Angkatan Laut AS, salah menginformasikan mengenai hubungan antara negaranya dengan Mesiko, yang berlayar menuju Monterey Harbor dan menyatakan kemenangan dalam perang yang tidak pernah ada. Fremont kembali pada bulan Desember 1845, seolah-olah untuk melakukan survei perjalanan dengan melewati Sierra yang digunakan oleh kereta emigran Amerika.

Fremont beserta 60 pengintai bersenjata dan para tentaranya telah bersiap untuk menghadapi musim semi di tahun 1846, ketika desas-desus beredar tentang perang yang akan terjadi antara Meksiko dan Amerika Serikat. Pada tanggal 10 Juni, orang-orang Amerika di dekat Sonoma telah mempersiapkan persenjataan dan mendeklarasikan bahwa Republik California yang merdeka dengan bendera buatannya bertuliskan satu bintang dan bergambar yang dicat abu-abu, dan dengan demikian pemberontakan mereka telah dimulai dengan nama “Pemberontakan Bendera Beruang”. Fremont pun bergabung dengan pemberontak di republik tersebut yang hanya berlangsung untuk waktu sementara dan kemudian berakhir pada 9 Juli, ketika Amerika mengetahui bahwa negara mereka dan Meksiko secara resmi berperang dan bahwa sebuah kapal perang Amerika berada di Monterey Harbor. Fremont dan anak buahnya telah terdaftar dalam operasi militer resmi, hingga Republik California sudah tidak ada lagi.

Terdapat pertempuran sengit yang terjadi diantara pasukan Meksiko dan para peternak di California yang berlangsung di satu arah dan tentara Amerika berserta dengan para pemukim di sisi lain sebelum Perang Meksko di California berakhir dengan bantuan Amerika yang dipimpin oleh Cahuenga Capitulation pada Januari 1847. Sebelum perang tersebut berakhir, satu Batalion Mormon yang telah mendaftar di Angkatan Darat di Iowa tiba. Pada bulan Maret, mereka bergabung dengan 1.000 anggota resimen dari New York yang juga datang untuk berperang. Namun, karena orang-orang Mormon telah terikat untuk bergabung dengan Brigham Young dan para koloninya, maka mereka sekarang berlokasi di Utah, dan karena sebagian besar orang New York telah berjanji bahwa mereka akan tetap berada di California setelah perang, maka mereka tidak merasa kecewa apabila mereka ketinggalan pertempuran perang tersebut.

Mereka merasa tidak sabar untuk bisa segera menunggu waktu yang tiba untuk berkenalan dengan bagian terbaru dari Amerika Serikat. Wilayah Alta California adalah rumah bagi 150.000 masyarakat adat dan 14.000 penduduk keturunan Eropa dan Meksiko. Sebagian besar suku etnis asli yang masih hidup tinggal di utara pegunungan, dimana terdapat misi para leluhur yang belum terpenuhi dalam menyebarkan agama Kristen dan penyakit-penyakit di Eropa, sementara sebagian besar dari 14.000 pendatang baru ini tinggal di bagian selatan, berkelompok di sekitar Monterey dan Los Angeles. Terdapat orang-orang Eropa yang bermukim di bagian utara, beberapa tinggal di komunitas perdagangan kecil yang dinamakan Yerba Buena, yang baru-baru ini dinamai kembali sebagai San Fransisco, dan yang lain bermukim di sekitar Benteng Sutter di Sacramento. Semua penduduk menyadari bahwa pemerintahan Amerika Serikat akan membawa perubahan besar, tetapi tidak ada yang bisa mengantisipasi seberapa cepat perubahan itu akan terjadi. (Essay ini diambil dari CONGRES.GOV United States Legislative Information)

Website designed for Pusat Studi Infrastruktur Indonesia