Home

Bus Listrik Transjakarta Dinilai Efektif

Bus Listrik Transjakarta Dinilai Efektif


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pengamat Lingkungan dari Universitas Indonesia Tarsoen Waryono menilai, kehadiran bus listrik Transjakarta jika diterapkan akan efektif bagi kondisi lingkungan dan transportasi Kota Jakarta. Meski demikian, menurutnya, kehadiran bus listrik Transjakarta tidak akan optimal jika pengelola tidak konsisten dan konsekuen dalam operasionalnya.

Kementerian PUPR akan Cek Kelayakan Ratusan Gedung di DKI Jakarta

Kementerian PUPR akan Cek Kelayakan Ratusan Gedung di DKI Jakarta

 

 

 

 

Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) melalui Komite Keselamatan Konstruksi akan memeriksa bangunan apartemen yang ada di DKI Jakarta. Total ada 168 apartemen, 408 perkantoran dan 224 pusat perbelanjaan.

 

Kepala Bappenas Ungkap Alasan Indonesia Kalah dengan Korea Selatan

Kepala Bappenas Ungkap Alasan Indonesia Kalah dengan Korea Selatan

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau PPN/ Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan Indonesia saat ini kalah dengan Korea Selatan di bidang ekonomi. Korea Selatan disebut melenggang lebih dulu ketimbang Indonesia sebagai negara maju.

"Padahal pada 1950, Korea Selatan dan Indonesia sama-sama negara termiskin di Asia," kata Bambang dalam acara temu Perhimpunan Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (Himpuni) di Hall 2D, Jakarta Convention Center, Kemayoran, Jakarta Pusat. Perusahaan selanjutnya ialan Lion Group yang terdiri atas Wings Air, Batik Air, dan Lion Air, Rabu, 3 April 2019.

Infrastruktur Jadi Kendala Penuhi Target Elektrifikasi 99,9%

Infrastruktur Jadi Kendala Penuhi Target Elektrifikasi 99,9%

 

JAKARTA - Penuntasan program elektrifikasi di seluruh pelosok Indonesia sangat krusial untuk mengangkat harkat seluruh penduduk bangsa. Oleh karena itu, PT PLN (Persero) terus berusaha menggenjot ketersediaan listrik hingga ke pedesaan.

 

Kendala terbesar PLN dalam upaya mewujudkan target rasio elektrifikasi 99,9% pada akhir 2019 adalah masalah infrastruktur dan daya beli masyarakat yang belum merata. Untuk itu, PLN  perlu dukungan dari pemda-pemda di seluruh Indonesia.

 

Polusi Udara Lebih Bahaya dari Rokok Tembakau?

 Polusi Udara Lebih Bahaya dari Rokok Tembakau?


Penelitian terbaru yang dipublikasikan di Heart European Journal pada senin (11/3) kemarin mengungkapkan fakta baru. Polusi udara diduga menjadi penyebab 800.000 kematian setiap tahun di Eropa dan 8,8 juta kematian setiap tahun di seluruh dunia. Di sisi lain, World Health Organization (WHO) mengestimasi kematian akibat rokok mencapai 7,2 juta di tahun 2015, ini berarti polusi udara menyebabkan kematian lebih banyak dibandingkan rokok tembakau.  

“Jumlah kematian disebabkan oleh polusi udara lebih besar dibandingkan rokok tembakau,” ucap Prof. Thomas Munzel, salah satu penelti  dari the University Medical Centre Mainz, Germany. Beliau juga menambahkan “rokok dapat dihindari sedangkan polusi udara tidak”.

Website designed for Pusat Studi Infrastruktur Indonesia