Home

Polusi Udara Lebih Bahaya dari Rokok Tembakau?

 Polusi Udara Lebih Bahaya dari Rokok Tembakau?


Penelitian terbaru yang dipublikasikan di Heart European Journal pada senin (11/3) kemarin mengungkapkan fakta baru. Polusi udara diduga menjadi penyebab 800.000 kematian setiap tahun di Eropa dan 8,8 juta kematian setiap tahun di seluruh dunia. Di sisi lain, World Health Organization (WHO) mengestimasi kematian akibat rokok mencapai 7,2 juta di tahun 2015, ini berarti polusi udara menyebabkan kematian lebih banyak dibandingkan rokok tembakau.  

“Jumlah kematian disebabkan oleh polusi udara lebih besar dibandingkan rokok tembakau,” ucap Prof. Thomas Munzel, salah satu penelti  dari the University Medical Centre Mainz, Germany. Beliau juga menambahkan “rokok dapat dihindari sedangkan polusi udara tidak”.

Punya Mobil Listrik, PLN Berikan Gratis Tambah Daya

Punya Mobil Listrik, PLN Berikan Gratis Tambah Daya

JAKARTA – PT PLN (Persero) memberikan diskon hingga gratis   penambahan daya listrik bagi pelanggan mulai dari daya 220 VA hingga 197 kVA.

Ikhsan Asaad, General Manager Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) PLN, mengatakan terdapat tiga kategori diskon yaitu 50%, 75%, dan 100% atau gratis tambah daya.

Diskon 50% diberikan bagi semua pelanggan PLN yang berlaku 1 Maret 2019 – 30 April 2019 dengan mendaftar di Contact Center 123, PLN Mobile, Website www.pln.co.id, maupun di kantor PLN terdekat.

Kementerian ATR/BPN Luncurkan Aplikasi Pemantau Tata Ruang

Kementerian ATR/BPN Luncurkan Aplikasi Pemantau Tata Ruang

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasiona (ATR/BPN) bersama Pemerintah Kota Medan meluncurkan aplikasi Pantau dan Kontrol Penataan Ruang (PATROL-TARU) di Medan, Selasa (5/3/2019).

Direktur Jenderal Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah Budi, Kementerian ATR/BPN, Budi Situmorang mengatakan aplikasi ini memberikan informasi tata ruang yang disederhanakan.

Jaga Pembangunan Trans Papua, TNI Kerahkan 600 Prajurit

Jaga Pembangunan Trans Papua, TNI Kerahkan 600 Prajurit

TEMPO.COJakarta - Pangdam XIV Hasanuddin Mayor Jenderal TNI Surawahadi melepas 600 prajurit TNI untuk pengamanan pembangunan Trans Papua.

"Pengiriman pasukan kali ini 600 orang, 450 personel Yonif Raider 431 Kostrad dan sisanya dari Yonzipur," kata Surawahadi di sela upacara pelepasan pasukan di Dermaga Pelabuhan Peti Kemas Soekarno-Hatta, Makassar, Ahad, 3 Maret 2019.

Eropa Menghapus Penggunaan Minyak Kelapa Sawit (CPO) Dalam Energi Terbarukan Mereka

Eropa Menghapus Penggunaan Minyak Kelapa Sawit (CPO)

Dalam Energi Terbarukan Mereka


Pada Rabu (13/3) kemarin, Komisi Uni Eropa memutuskan untuk menghentikan penggunaan biofuel berbasis minyak kelapa sawit(Crude Palm Oil/CPO) secara bertahap mulai tahun 2020 hingga menjadi nol pada 2030. Keputusan ini diambil sebagai respon atas hasil kajian komisi Eropa yang menyatakan bahwa 45% dari ekspansi produksi minyak sawit sejak tahun 2008 telah menyebabkan kerusakan hutan, lahan basah, dan lahan gambut, serta menghasilkan emisi gas rumah kaca. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan dampak ekspansi produksi sumber nabati lainnya seperti kedelai (8%) dan bunga matahari (1%).

Website designed for Pusat Studi Infrastruktur Indonesia