Home

Tata RuangDKI Jakarta Perlu Perubahan

Tata RuangDKI Jakarta Perlu Perubahan

Pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan Pemerintahan Joko Widodo berdampak kepada kebutuhan perubahan rencana tata ruang di tingkat provinsi. Terhambatnya pengesahan RTRW dan perubahannya akan berdampak kepada terhambatnya berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Salah satu daerah yang paling berdampak terhadap PSN yaitu DKI Jakarta, Oswar Mungkasa selaku Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup dalam satu kesempatan diskusi menyatakan bahwa DKI Jakarta sedang melakukan Peninjauan Kembali (PK) RTRW dan Revisi RDTR untuk mengakomodasi berbagai PSN seperti NCICD, MRT, LRT, Kereta Cepat Jakarta-Bandung, dan Kereta Bandara Soekarno Hatta, keduanya sedang dalam proses penyelesaian.

Jokowi,Infrastruktur untuk Negeri

Jokowi,Infrastruktur untuk Negeri

Sejak menjabat secara resmi sebagai Presiden RI ke-7 pada 20 Oktober 2014, Jokowi yang disebut sebagai A New Hope bagi Indonesia oleh TIME Magazine (edisi 27 Oktober 2014) telah menunjukkan keseriusannya untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia. Salah satu  hal yang menjadi prioritas Jokowi adalah pembangunan infrastruktur secara masif hingga ke pelosok negeri. Dalam mewujudkannya, pemerintah di awal kekuasaan Jokowi  telah mengeluarkan salah satu kebijakan yang tidak populer yaitu melakukan pemotongan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk menghemat pengeluaran negara dan mengalihkannya dari sektor yang dianggap konsumtif ke sektor yang lebih produktif yaitu infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.

Program Pengembangan Kota Hijau

Program Pengembangan Kota Hijau

Pencapaian kota berkelanjutan membutuhkan usaha dari semua elemen masyarakat. Dari semua pemangku kepentingan, pemerintah memiliki peran yang paling besar sebagai pelaksana dan penentu kebijakan pembangunan. Berbagai kementerian dan lembaga pemerintahan telah dan masih melakukan beragam program dan kegiatan untuk menggerakkan kota-kota Indonesia menuju kota yang berkelanjutan. Salah satunya yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang sejak 2011 telah menginisiasi Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) melalui Direktorat Jenderal Penataan Ruang sebagai upaya mendorong perwujudan 30% RTH perkotaan sesuai amanat Undang-Undang Penataan Ruang No.26 tahun 2007.

Jakarta, Kota Cerdas

Jakarta, Kota Cerdas

Kota telah mengalami transformasi dengan adanya kemajuan teknologi dan informasi. Hal ini juga memunculkan berbagai konsep pembangunan dengan memanfaatkan keberadaan teknologi sebagai alat dalam pembangunan. Salah satu konsep pembangunan perkotaan yang banyak dikembangkan di berbagai belahan dunia adalah smart city atau kota cerdas. International Telecommunication Union (ITU)’s Focus Group on Smart Sustainable Cities FG-SSC) mengartikan smart city sebagai kota yang berinovasi dengan menggunakan teknologi, komunikasi dan informasi dan alat lainnya untuk meningkatkan kualitas hidup, efisiensi kegiatan dan pelayanan perkotaan dan daya saingnya, dengan memastikan pemenuhan kebutuhan generasi sekarang dan masa depan dalam aspek sosial, ekonomi dan lingkungan. Namun, sampai saat ini belum tedapat definisi baku mengenai smart city.

Profesor Johan Silas Talk about the Existence of Parks

Prof. Johan Silas Talk about the Existence of Parks

Keberadaan taman saat ini sangat diminati oleh masyarakat untuk berinteraksi sosial, berolahraga, juga bermain. Taman-taman kota di Indonesia juga mulai mengalami peningkatan baik secara jumlah maupun fasilitas, hal ini mempengaruhi minat masyarakat mengunjungi taman. Kota-kota di Indonesia telah mulai membenahi taman kotanya seperti Jakarta dan Surabaya. Keberadaan taman juga dapat menjadi sebuah icon sebuah kota.

Prof. Johan Silas, salah satu guru besar tata kota Indonesia, telah memberikan sumbangsihnya dalam perencanaan permukiman dan perkotaan, serta perbaikan kampung. Program Perbaikan Kampung (Kampung Improvement Program) di Kota Surabaya merupakan salah satu program yang berhasil dicapai. Pada kesempatan ini, PSII melakukan wawancara singkat dengan Prof. Johan Silas untuk melihat bagaimana keberadaan taman kota dan perkembangan taman kota di Indonesia yang juga dipicu oleh keberhasilan program Adipura sejak 1980an.

Website designed for Pusat Studi Infrastruktur Indonesia